CASE WHEN pada SQL: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Lengkap untuk Data Analyst
Kalau kamu sedang belajar SQL untuk menjadi Data Analyst, maka memahami CASE WHEN adalah hal yang wajib. Fitur ini sering digunakan untuk membuat logika kondisi di dalam query, mirip seperti IF-ELSE pada Excel atau bahasa pemrograman lain.
Di artikel ini kita akan bahas:
-
Apa itu CASE WHEN pada SQL
-
Fungsi dan kegunaannya
-
Contoh penggunaan di SELECT
-
Contoh penggunaan di ORDER BY
-
Contoh penggunaan dengan agregasi
-
Tips optimasi untuk Data Analyst
Apa Itu CASE WHEN pada SQL?
CASE WHEN adalah ekspresi logika dalam SQL yang digunakan untuk memberikan kondisi tertentu dan menghasilkan nilai berbeda berdasarkan kondisi tersebut.
Secara sederhana:
CASE WHEN di SQL = IF / ELSE di Excel atau VBA
Digunakan untuk:
-
Klasifikasi data
-
Membuat kategori baru
-
Membersihkan data
-
Transformasi data sebelum masuk dashboard
-
Membuat conditional label di report
Struktur Dasar CASE WHEN
Sintaks dasar:
Contoh 1: CASE WHEN pada SELECT
Misalkan kita punya tabel penjualan:
| customer_name | total_sales |
|---|---|
| Andi | 5000000 |
| Budi | 1500000 |
| Sari | 8000000 |
Kita ingin mengkategorikan customer berdasarkan total_sales.
Hasilnya:
| customer_name | total_sales | customer_category |
|---|---|---|
| Andi | 5000000 | High Value |
| Budi | 1500000 | Low Value |
| Sari | 8000000 | High Value |
Contoh 2: CASE WHEN dengan Agregasi (SUM)
Ini sering dipakai Data Analyst untuk membuat summary report.
Query ini menghitung total sales hanya untuk kategori High Value.
Contoh 3: CASE WHEN pada ORDER BY
Kadang kita ingin mengurutkan data dengan prioritas tertentu.
Ini akan mengurutkan dari High Value → Medium → Low.
Perbedaan CASE WHEN dan IF di SQL
Beberapa database seperti MySQL punya fungsi IF(), tetapi:
-
CASE WHEN lebih universal
-
Bisa dipakai di semua major database
-
Lebih fleksibel untuk banyak kondisi
Database yang mendukung CASE WHEN:
-
MySQL
-
PostgreSQL
-
Microsoft SQL Server
-
Oracle Database
Best Practice Menggunakan CASE WHEN
Sebagai Data Analyst, perhatikan hal ini:
1️⃣ Urutan Kondisi Itu Penting
SQL membaca dari atas ke bawah. Jika kondisi pertama sudah terpenuhi, kondisi berikutnya tidak akan dicek.
2️⃣ Selalu Gunakan ELSE
Agar tidak menghasilkan NULL yang tidak diinginkan.
3️⃣ Jangan Terlalu Banyak Kondisi
Kalau terlalu kompleks, lebih baik:
-
Buat subquery
-
Atau gunakan tabel referensi (lookup table)
Kapan CASE WHEN Digunakan dalam Dunia Kerja?
Dalam praktik nyata, CASE WHEN sering dipakai untuk:
-
Membuat segmentasi customer
-
Menentukan status pembayaran (Paid / Unpaid)
-
Klasifikasi produk (Best Seller / Slow Moving)
-
Membuat flag data (Valid / Invalid)
-
Membersihkan data sebelum masuk Power BI atau Looker Studio
Buat lo yang lagi bangun sistem reporting dari Excel → SQL → Power BI, CASE WHEN ini salah satu senjata utama 🔥
Kesimpulan
CASE WHEN pada SQL adalah fitur penting untuk membuat logika kondisi langsung di dalam query. Dengan memahami cara kerjanya, kamu bisa:
-
Membuat data lebih terstruktur
-
Membuat kategori otomatis
-
Menyederhanakan proses reporting
-
Meningkatkan kualitas analisis
Kalau kamu serius ingin menjadi Data Analyst profesional, kuasai CASE WHEN sampai benar-benar paham.
