Wednesday, February 18, 2026

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 23)

 

JOIN pada SQL untuk Data Analyst: Panduan Lengkap + Contoh Nyata

Kalau kamu sedang belajar menjadi Data Analyst, maka memahami JOIN pada SQL adalah skill wajib.
Di dunia kerja nyata, hampir tidak pernah data berada dalam satu tabel saja — biasanya tersebar di banyak tabel.

Nah, di sinilah JOIN berperan penting.

Artikel ini akan membahas:

✅ Apa itu JOIN
✅ Kenapa JOIN penting untuk Data Analyst
✅ Jenis-jenis JOIN
✅ Contoh kasus real
✅ Tips praktis penggunaan JOIN

Apa Itu JOIN di SQL?

JOIN adalah perintah SQL yang digunakan untuk menggabungkan data dari dua atau lebih tabel berdasarkan kolom yang saling berhubungan.

Biasanya kolom penghubung ini berupa:

  • customer_id

  • order_id

  • product_id

Contoh sederhana:

Kita punya:

Table customers

customer_idcustomer_name
1Andi
2Budi

Table orders

order_idcustomer_idtotal
101150000
102275000

Kalau mau tahu siapa beli apa, kita butuh JOIN.

Kenapa JOIN Penting untuk Data Analyst?

Sebagai Data Analyst, kamu hampir pasti akan:

  • Gabungkan data sales + customer

  • Gabungkan transaksi + produk

  • Gabungkan invoice + area

Tanpa JOIN:

❌ Insight tidak lengkap
❌ Dashboard tidak akurat
❌ Reporting jadi manual

Dengan JOIN:

✅ Data terhubung
✅ Analisis lebih dalam
✅ Reporting otomatis

Di tools SQL populer yang dikembangkan oleh perusahaan seperti Microsoft dan Oracle, konsep JOIN ini selalu menjadi fondasi utama query.

Jenis-Jenis JOIN yang Wajib Kamu Kuasai

1️⃣ INNER JOIN (yang paling sering dipakai)

Mengambil data yang cocok di kedua tabel.

SELECT customers.customer_name, orders.total FROM customers INNER JOIN orders ON customers.customer_id = orders.customer_id;

Artinya:

👉 hanya tampilkan customer yang punya order.

2️⃣ LEFT JOIN

Ambil SEMUA data dari tabel kiri, walaupun tidak punya pasangan di kanan.

SELECT customers.customer_name, orders.total FROM customers LEFT JOIN orders ON customers.customer_id = orders.customer_id;

Biasanya dipakai untuk:

  • Cari customer yang belum transaksi

  • Cari produk yang belum terjual

3️⃣ RIGHT JOIN

Kebalikan LEFT JOIN (jarang dipakai di dunia nyata).

4️⃣ FULL JOIN

Ambil semua data dari kedua tabel, cocok atau tidak.

Tidak semua database support FULL JOIN.

Studi Kasus Nyata (Data Analyst Style)

Misalnya kamu punya:

Table sales

| invoice | customer_id | amount |

Table customers

| customer_id | area |

Kalau mau tahu:

👉 total penjualan per area

Query-nya:

SELECT c.area, SUM(s.amount) AS total_sales FROM sales s JOIN customers c ON s.customer_id = c.customer_id GROUP BY c.area;

Ini contoh JOIN yang sering muncul di:

  • Dashboard Power BI

  • Looker Studio

  • Reporting Excel

Tips JOIN untuk Pemula

🔥 Selalu cek primary key & foreign key
🔥 Biasakan pakai alias tabel (s, c, dll)
🔥 Pastikan tipe data kolom sama
🔥 Test JOIN dulu sebelum agregasi
🔥 Jangan takut pakai LEFT JOIN buat cari missing data

Kesimpulan

JOIN adalah nyawa SQL untuk Data Analyst.

Kalau kamu sudah paham JOIN:

✅ Bisa gabung banyak tabel
✅ Bisa bikin insight kompleks
✅ Siap masuk dunia kerja data

Kalau belum paham JOIN:

❌ Mentok di satu tabel
❌ Analisis terbatas
❌ Dashboard kurang meaningful

Bagikan

Jangan lewatkan

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 23)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.