Wednesday, January 21, 2026

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 6)

 


Data Visualization: Mengubah Angka Jadi Cerita

Setelah kita bahas EDA (Exploratory Data Analysis) di Part 5, sekarang kita masuk ke salah satu skill paling krusial buat Data Analyst:

👉 Data Visualization

Di tahap ini, tugas kita bukan lagi sekadar ngolah data, tapi menyampaikan cerita dari data supaya orang lain bisa paham dan ambil keputusan.

Masalahnya?

Banyak chart itu kelihatan keren, tapi misleading.
Dan banyak insight bagus gagal nyampe karena cara jelasin ke stakeholder kurang tepat.

Di part ini, kita bakal bahas:

  • Jenis chart & kapan dipakai

  • Kesalahan visualisasi yang sering terjadi

  • Cara nyampein insight ke non-tech (bos & stakeholder)

1️⃣ Data Visualization Itu Bukan Hiasan

Banyak orang mikir visualisasi = bikin chart warna-warni.
Padahal inti dari data visualization itu adalah:

Membantu otak manusia memahami pola, tren, dan perbandingan dengan cepat.

Kalau chart kamu:

  • Bikin orang mikir lama

  • Perlu dijelasin 10 menit

  • Atau malah bikin salah paham

Berarti visualisasinya belum berhasil.

2️⃣ Pilih Chart yang Tepat (Ini Wajib Tahu)

📊 Bar Chart

Pakai kalau:

  • Bandingin kategori

  • Contoh: penjualan per produk, jumlah user per platform

✅ Paling aman dan paling sering dipakai
❌ Jangan kebanyakan kategori (maks 10–12)

📈 Line Chart

Pakai kalau:

  • Melihat tren waktu

  • Contoh: penjualan per bulan, traffic harian

✅ Cocok buat time series
❌ Jangan pakai buat data kategori

🥧 Pie Chart (Hati-hati!)

Pakai kalau:

  • Proporsi sederhana

  • Maksimal 3–4 kategori

❌ Jangan dipakai kalau datanya banyak
❌ Jangan pakai kalau perbedaannya tipis

Tips pro: sering kali bar chart lebih baik dari pie chart.

📉 Scatter Plot

Pakai kalau:

  • Mau lihat hubungan dua variabel

  • Contoh: harga vs penjualan

✅ Cocok buat analisis korelasi

3️⃣ Chart yang Misleading (Ini Sering Banget Terjadi)

❌ Sumbu Y Dipotong

Contoh:

  • Grafik penjualan naik dari 100 ke 110

  • Tapi sumbu Y mulai dari 95

Hasilnya?
👉 Kenaikan terlihat dramatis padahal kecil.

✅ Solusi: mulai dari nol atau jelasin konteksnya.

❌ Terlalu Banyak Warna

  • Semua kategori beda warna

  • Tidak ada makna warna

Hasilnya?
👉 Mata capek, pesan hilang.

✅ Solusi:

  • Gunakan 1 warna utama

  • Highlight hanya poin penting

❌ Chart Tidak Menjawab Pertanyaan

Chart itu harus bisa jawab:

  • Apa yang mau gue jelasin?

  • So what-nya apa?

Kalau chart cuma "karena datanya ada", itu red flag 🚩

4️⃣ Cara Nyampein Insight ke Non-Tech (Bos & Stakeholder)

Ini skill yang bikin Data Analyst naik level.

🧠 Ingat: Mereka Tidak Peduli Query & Rumus

Bos dan stakeholder biasanya tidak peduli:

  • SQL query

  • DAX formula

  • Python code

Yang mereka peduli:
👉 Dampaknya ke bisnis

🗣️ Gunakan Pola Cerita Sederhana

Pakai pola ini:

1️⃣ Kondisi – Apa yang sedang terjadi?
2️⃣ Insight – Kenapa ini penting?
3️⃣ Action – Harus ngapain?

Contoh:

"Penjualan frozen food turun 15% di weekday. Dari data terlihat jam beli paling rendah di jam kerja. Kita bisa dorong promo lunch package jam 11–13."

Simple. Kena. Bisa dieksekusi.

5️⃣ Dashboard yang Baik = Bisa Dipahami Tanpa Dijelasin

Dashboard yang bagus itu:

  • Orang lihat → langsung ngerti

  • Tidak perlu kamu jelasin satu-satu

Checklist dashboard sehat:

  • Judul jelas

  • Angka utama (KPI) kelihatan

  • Chart tidak berlebihan

  • Insight bisa ditarik dalam < 30 detik


Penutup

Data Visualization bukan soal bikin chart yang cantik.

Ini soal:

  • Kejelasan

  • Kejujuran data

  • Dampak ke keputusan

Kalau kamu bisa:

  • Analisis data dengan benar

  • Visualisasi dengan tepat

  • Komunikasi ke non-tech dengan jelas

👉 Kamu bukan cuma Data Analyst, tapi Business Partner.


Next Part 🚀

Di Part 7, kita bakal bahas:

👉 Tools Data Analyst (Excel, SQL, Python, BI Tools)
👉 Mana yang wajib dikuasai dulu
👉 Learning path realistis buat pemula

Stay hungry. Stay curious. 📊🔥

Bagikan

Jangan lewatkan

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 6)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.