Wednesday, January 14, 2026

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 2)

 


Skill dan Mindset yang Membuat Data Analyst Dipakai di Dunia Kerja

Pada Part 1 dan Part 2, kita sudah membahas fondasi Data Analyst dan alur kerja dari data mentah hingga insight. Di artikel ini, kita akan masuk ke hal yang sering tidak tertulis di job description, tetapi sangat menentukan apakah seorang Data Analyst benar-benar bernilai di dunia kerja: skill inti dan mindset.

Artikel ini cocok untuk kamu yang sedang belajar Data Analyst dari nol dan ingin tahu apa yang benar-benar dicari oleh perusahaan.

1. Skill Teknis Itu Wajib, Tapi Tidak Cukup

Sebagian besar pemula fokus pada:

  • Excel

  • SQL

  • Python

  • Dashboard

Itu wajib, tetapi di dunia kerja hampir semua Data Analyst punya skill tersebut. Yang membedakan adalah cara menggunakan skill itu untuk menyelesaikan masalah bisnis.

Perusahaan tidak mencari orang yang hanya bisa membuat pivot table, tetapi orang yang bisa menjawab pertanyaan:

“Apa arti data ini bagi bisnis?”

2. Mindset Utama Seorang Data Analyst

1. Selalu Mulai dari Pertanyaan

Data Analyst yang baik tidak langsung buka tools.

Pertanyaan yang selalu diajukan:

  • Masalah bisnis apa yang sedang terjadi?

  • Keputusan apa yang ingin diambil?

  • Data apa yang benar-benar dibutuhkan?

Tanpa pertanyaan yang jelas, analisis yang dilakukan hanya akan menjadi laporan tanpa arah.

2. Data Tidak Pernah 100% Sempurna

Di dunia nyata:

  • Data sering tidak lengkap

  • Ada missing value

  • Ada inkonsistensi

Mindset Data Analyst adalah:

“Apakah data ini cukup baik untuk menjawab pertanyaan bisnis?”

Bukan menunggu data sempurna, tetapi mengelola keterbatasan data secara logis.

3. Fokus ke Impact, Bukan Tools

Tools akan terus berubah.

Hari ini Excel dan SQL, besok bisa tools lain. Tapi yang selalu relevan adalah:

  • Kemampuan analisis

  • Logika berpikir

  • Pemahaman bisnis

Data Analyst yang kuat bisa berpindah tools dengan cepat karena mindset-nya sudah benar.

3. Skill Non-Teknis yang Sering Diremehkan

1. Communication Skill

Insight sehebat apa pun tidak ada artinya jika:

  • Tidak dipahami stakeholder

  • Tidak bisa dieksekusi

Data Analyst harus bisa:

  • Menjelaskan data ke orang non-teknis

  • Menyederhanakan temuan kompleks

2. Storytelling dengan Data

Bukan sekadar chart cantik, tapi alur cerita:

  • Apa yang terjadi?

  • Kenapa bisa terjadi?

  • Apa dampaknya?

  • Apa rekomendasinya?

Inilah yang membuat Data Analyst dipercaya oleh manajemen.

4. Kesalahan Umum Pemula Data Analyst

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • Terlalu fokus belajar semua tools sekaligus

  • Menghafal rumus tanpa memahami konteks

  • Membuat dashboard tanpa tujuan bisnis

  • Takut salah dan tidak berani menyimpulkan

Padahal, belajar bertahap dan konsisten jauh lebih penting.

5. Kesimpulan

Menjadi Data Analyst yang bernilai bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal:

  • Cara berpikir

  • Cara bertanya

  • Cara menyampaikan insight

Jika kamu sedang memulai perjalanan sebagai Data Analyst, fokuslah pada:

  1. Fondasi data

  2. Alur kerja yang benar

  3. Mindset problem-solving

Pada artikel selanjutnya, kita akan masuk ke studi kasus nyata Data Analyst: dari data Excel mentah hingga insight bisnis yang bisa diambil.

Artikel ini merupakan bagian dari seri belajar Data Analyst dari nol untuk pemula yang ingin berkembang secara realistis dan siap kerja.

Bagikan

Jangan lewatkan

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 2)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.