Thursday, January 15, 2026

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 3)

 

Studi Kasus Nyata: Dari Data Mentah ke Insight Bisnis

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas alur kerja Data Analyst dan tools yang digunakan. Pada bagian ini, kita akan masuk ke studi kasus sederhana tapi realistis agar kamu benar-benar paham bagaimana Data Analyst bekerja di dunia nyata.

Artikel ini sangat cocok untuk:

  • Pemula yang ingin belajar data analyst dari nol

  • Career switcher yang ingin tahu gambaran kerja nyata

  • Kamu yang sedang membangun portfolio

1. Studi Kasus: Data Penjualan Toko

Bayangkan kamu bekerja sebagai Data Analyst di sebuah perusahaan retail. Atasanmu memberikan file Excel berisi data penjualan selama 6 bulan dan bertanya:

"Produk apa yang paling berkontribusi ke penjualan dan kapan waktu penjualan tertinggi terjadi?"

File Excel tersebut berisi kolom:

  • Tanggal Transaksi

  • Nama Produk

  • Kategori Produk

  • Jumlah Terjual

  • Harga

  • Total Penjualan

Sekilas terlihat rapi, tapi jangan tertipu.

2. Mengecek Kondisi Data (Data Understanding)

Langkah pertama Data Analyst bukan langsung bikin chart.

Yang dilakukan:

  • Mengecek duplikat transaksi

  • Memastikan format tanggal konsisten

  • Mengecek nilai kosong (null)

  • Memastikan tipe data (angka vs teks)

Contoh masalah nyata:

  • Tanggal tersimpan sebagai teks

  • Harga bertipe teks, bukan numerik

  • Produk yang sama tapi penulisan berbeda

Ini adalah fase data understanding & data cleaning.

3. Data Cleaning (Bagian Paling Penting)

Sekitar 70–80% waktu Data Analyst dihabiskan di sini.

Langkah yang dilakukan:

  • Menghapus duplikat data

  • Menyeragamkan nama produk

  • Memperbaiki format tanggal

  • Memastikan kolom numerik bisa dihitung

Tools yang bisa digunakan:

  • Excel (Remove Duplicate, Text to Columns)

  • Power Query

  • SQL

Tanpa data bersih, analisis apa pun akan menyesatkan.

4. Analisis Data

Setelah data bersih, barulah analisis dilakukan.

Contoh analisis yang dilakukan:

  • Total penjualan per produk

  • Produk terlaris

  • Penjualan per bulan

  • Perbandingan antar kategori

Di Excel, ini bisa dilakukan dengan:

  • Pivot Table

  • Filter

  • Basic formula

Di tahap ini, Data Analyst mulai menemukan pola.

5. Visualisasi & Insight

Visualisasi bukan tujuan akhir, insight-lah yang paling penting.

Contoh insight yang benar:

  • ❌ "Penjualan produk A paling tinggi"

  • ✅ "Produk A menyumbang 45% dari total penjualan dan paling laku di akhir bulan"

Visual yang biasa digunakan:

  • Bar chart

  • Line chart

  • KPI card

6. Cara Berpikir Data Analyst

Data Analyst selalu berpikir:

  • Apa yang terjadi?

  • Kenapa bisa terjadi?

  • Apa dampaknya ke bisnis?

  • Aksi apa yang bisa diambil?

Bukan sekadar mengolah angka, tapi membantu pengambilan keputusan.

7. Penutup

Studi kasus ini menggambarkan bahwa kerja Data Analyst:

  • Tidak selalu kompleks

  • Sangat dekat dengan Excel & data bisnis

  • Membutuhkan ketelitian dan cara berpikir logis

Di artikel selanjutnya, kita akan membahas:


👉 Bagaimana mengubah studi kasus ini menjadi portfolio Data Analyst yang menarik recruiter.


Artikel ini bagian dari seri belajar Data Analyst dari nol untuk pemula yang ingin berkembang secara realistis dan konsisten.

Bagikan

Jangan lewatkan

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 3)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.