Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 22)
GROUP BY Lebih Dalam dengan SQL untuk Data Analyst (Panduan Praktis + Studi Kasus)
Kalau kamu belajar SQL untuk Data Analyst, maka GROUP BY adalah salah satu senjata paling wajib kamu kuasai.
Bukan cuma buat “ngitung total”, tapi juga untuk:
✅ Membuat ringkasan data
✅ Mencari insight bisnis
✅ Menyusun laporan
✅ Menjawab pertanyaan stakeholder
✅ Dasar pembuatan dashboard
Di artikel ini, kita bahas GROUP BY lebih dalam, lengkap dengan contoh real-world yang sering muncul di pekerjaan Data Analyst.
Apa Itu GROUP BY di SQL?
Secara sederhana:
GROUP BY digunakan untuk mengelompokkan baris data berdasarkan satu atau beberapa kolom.
Biasanya dipakai bersama fungsi agregat seperti:
-
SUM() -
COUNT() -
AVG() -
MAX() -
MIN()
Contoh simpel:
Artinya:
👉 Data dikelompokkan per category
👉 Lalu dijumlahkan nilai sales-nya
Hasilnya bukan lagi data mentah, tapi summary table.
Inilah mindset utama Data Analyst.
Kenapa GROUP BY Penting untuk Data Analyst?
Di dunia nyata, jarang sekali kita butuh data mentah 100%.
Yang dibutuhkan biasanya:
-
Total penjualan per hari
-
Jumlah transaksi per customer
-
Revenue per produk
-
Average order per region
Semua itu jawabannya:
🔥 GROUP BY
Tanpa ini, kamu cuma jadi “pengumpul data”, bukan analyzer.
Contoh Kasus Real: Dataset Penjualan
Misalnya kita punya tabel sales:
| order_id | order_date | product | region | revenue |
|---|
1. Total Revenue per Produk
Ini menjawab pertanyaan:
👉 Produk mana paling menghasilkan uang?
Skill ini wajib buat reporting.
2. Jumlah Transaksi per Region
Dipakai untuk:
-
Analisa performa area
-
Evaluasi sales territory
3. Average Revenue per Hari
Dipakai untuk:
-
Trend harian
-
Monitoring performa bisnis
GROUP BY Lebih dari Satu Kolom
Ini yang sering bikin pemula bingung.
Contoh:
Artinya:
👉 Dikelompokkan per region DAN product
Hasilnya:
-
Produk A di Jakarta
-
Produk A di Bandung
-
Produk B di Jakarta
dst…
Ini disebut multi-dimensional aggregation.
Sangat sering dipakai di dashboard.
Hubungan GROUP BY dengan HAVING
Ingat ini baik-baik:
-
WHERE→ filter sebelum grouping -
HAVING→ filter setelah grouping
Contoh:
Artinya:
👉 Tampilkan hanya produk dengan total revenue di atas 1 juta.
Ini powerful banget buat:
-
Cari top product
-
High performer only
-
Anomali detection
Kesalahan Umum Saat Pakai GROUP BY
❌ Kolom SELECT tidak ikut GROUP BY
Ini ERROR.
Kalau kolom muncul di SELECT, maka harus:
-
Masuk GROUP BY
ATAU -
Dibungkus fungsi agregat
❌ Lupa alias
Selalu biasakan pakai alias:
Biar hasil query readable.
Pola Pikir Data Analyst Saat Pakai GROUP BY
Jangan cuma mikir syntax.
Biasakan bertanya:
-
Saya mau jawab pertanyaan bisnis apa?
-
Dimensi apa yang ingin dianalisa?
-
Metric apa yang dihitung?
Contoh:
👉 Dimensi: product
👉 Metric: revenue
Maka:
Itulah cara berpikir Data Analyst.
Penutup
Kalau kamu serius mau jadi Data Analyst, maka:
🔥 GROUP BY bukan sekadar SQL command
🔥 Tapi alat berpikir analitis
Begitu kamu benar-benar paham ini, kamu akan:
✅ Lebih cepat bikin insight
✅ Lebih siap interview
✅ Lebih pede bikin dashboard
✅ Lebih paham struktur data

