Tuesday, January 13, 2026

Menjadi Data Analyst dari Nol

 


Dari Data Mentah ke Insight yang Bernilai

Artikel ini membahas bagaimana proses kerja Data Analyst di dunia nyata, mulai dari data mentah hingga menjadi insight yang bernilai untuk bisnis. Cocok untuk kamu yang ingin belajar Data Analyst dari nol dan memahami alur kerja yang realistis.

1. Realita Data di Dunia Kerja

Satu hal penting yang sering bikin pemula kaget saat mulai belajar data analyst:

Data di dunia nyata itu jarang rapi.

Contoh masalah data yang sering dihadapi Data Analyst:

  • Data duplikat (nama customer muncul berkali-kali)

  • Penulisan tidak konsisten (Jakarta / JKT / DKI Jakarta)

  • Kolom kosong atau salah format

  • Data tersebar di banyak file (Excel, Google Sheets, CSV)

Di sinilah tugas Data Analyst menjadi krusial: membersihkan dan menyiapkan data agar siap dianalisis.

2. Tahapan Kerja Data Analyst (Workflow Sederhana)

Berikut tahapan kerja Data Analyst yang umum digunakan di perusahaan:

1. Understand the Business Problem

Sebelum membuka Excel atau membuat chart, Data Analyst harus memahami:

  • Masalah bisnis yang ingin diselesaikan

  • Pertanyaan apa yang ingin dijawab oleh data

2. Collect Data

Sumber data bisa berasal dari:

  • File Excel

  • Database (SQL)

  • Google Sheets

  • Sistem internal perusahaan

3. Clean & Prepare Data

Tahap ini memakan waktu paling besar (sekitar 70–80% pekerjaan Data Analyst), meliputi:

  • Menghapus data duplikat

  • Memperbaiki format tanggal dan angka

  • Menyeragamkan penulisan data

  • Validasi dan pengecekan konsistensi

4. Analyze Data

Setelah data bersih, proses analisis dilakukan menggunakan:

  • Pivot Table di Excel

  • Query SQL

  • Python (pandas)

5. Visualize & Communicate Insight

Insight yang baik harus mudah dipahami oleh stakeholder, bukan hanya terlihat menarik.

3. Tools Data Analyst yang Wajib Dipelajari (Urutan yang Disarankan)

Untuk pemula, urutan belajar yang tepat sangat penting agar tidak bingung.

Excel (Fondasi Utama)

Excel masih menjadi tools utama Data Analyst di banyak perusahaan.
Skill Excel yang wajib dikuasai:

  • IF, XLOOKUP / VLOOKUP

  • Pivot Table

  • Data cleaning dasar

  • Visualisasi data sederhana

SQL (Mengolah Data dari Database)

SQL digunakan untuk mengambil dan mengolah data dalam jumlah besar.
Query dasar yang perlu dipahami:

SELECT
WHERE
GROUP BY
ORDER BY
JOIN

Python (Skill Tambahan yang Powerful)

Python membantu Data Analyst untuk:

  • Otomatisasi data cleaning

  • Analisis data kompleks

  • Mengolah dataset besar

4. Insight Data Analyst Bukan Sekadar Chart

Kesalahan umum saat belajar data analyst adalah terlalu fokus pada visualisasi.

Contoh perbedaan:

  • ❌ "Penjualan naik 20%"

  • ✅ "Penjualan naik 20% karena promo weekend, dan produk A menyumbang 60% dari total revenue"

Insight yang baik selalu menjawab:

  • Why (kenapa terjadi)

  • So what (apa dampaknya)

  • What next (aksi selanjutnya)

5. Kesimpulan

Menjadi Data Analyst bukan hanya tentang menguasai tools, tetapi juga:

  • Cara berpikir analitis

  • Kemampuan memahami bisnis

  • Kemampuan mengubah data menjadi keputusan

Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas studi kasus Data Analyst sederhana: dari data Excel mentah hingga menjadi dashboard interaktif.

Artikel ini merupakan bagian dari seri belajar Data Analyst untuk pemula yang ingin berkembang secara bertahap dan realistis.


Bagikan

Jangan lewatkan

Menjadi Data Analyst dari Nol
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.