Tuesday, January 20, 2026

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 5)

 


Exploratory Data Analysis (EDA): Dari Data Mentah Jadi Insight

Di part sebelumnya, kita udah bahas data cleaning — gimana caranya bikin data mentah yang berantakan jadi rapi dan siap pakai.

Nah sekarang, kita masuk ke tahap krusial banget dalam dunia Data Analyst:

Exploratory Data Analysis (EDA)

Di tahap ini, data mulai “ngomong” ke kita.


Apa Itu Exploratory Data Analysis (EDA)?

EDA adalah proses mengeksplor data untuk:

  • Memahami isi data

  • Melihat pola tersembunyi

  • Menemukan anomali

  • Menggali insight awal sebelum analisis lanjutan

Singkatnya:

EDA = proses kenalan + ngobrol serius sama data

Tanpa EDA, analisis kita cuma nebak-nebak.


Kenapa EDA Itu Penting?

Banyak pemula langsung lompat ke:

  • Dashboard

  • Model

  • Kesimpulan

Padahal tanpa EDA:
❌ Insight bisa salah
❌ Grafik bisa misleading
❌ Keputusan bisnis bisa keliru

EDA bantu kita:

  • Tau data mana yang penting

  • Tau hubungan antar variabel

  • Tau cerita apa yang ada di balik angka


Langkah-Langkah Dasar EDA

1️⃣ Pahami Struktur Data

Pertanyaan pertama yang WAJIB ditanya:

  • Ada berapa baris & kolom?

  • Kolom apa saja?

  • Tipe datanya apa?

Contoh:

  • Tanggal → date

  • Harga → numeric

  • Produk → kategori

📌 Tools:

  • Excel: COUNT, COUNTA, filter

  • SQL: DESCRIBE, COUNT(*)

  • Python: df.info()

2️⃣ Statistik Deskriptif

Ini tahap “ngecek karakter” data.

Biasanya kita lihat:

  • Mean (rata-rata)

  • Median

  • Min & Max

  • Standar deviasi

Contoh insight sederhana:

“Rata-rata penjualan harian 2 juta, tapi ada hari tertentu yang tembus 10 juta.”

Nah, ini udah mulai menarik.

3️⃣ Distribusi Data

Tujuannya:

  • Tau data normal atau nggak

  • Tau ada outlier (nilai aneh) atau nggak

Biasanya pakai:

  • Histogram

  • Boxplot

Insight contoh:

“Sebagian besar transaksi kecil, tapi ada beberapa transaksi besar yang dominan.”

4️⃣ Cari Pola & Hubungan Antar Data

Di sinilah EDA mulai powerful.

Contoh pertanyaan:

  • Produk apa yang paling laku?

  • Penjualan naik di hari apa?

  • Platform mana yang paling cuan?

📌 Teknik:

  • Pivot Table (Excel)

  • Group By (SQL / Python)

  • Scatter plot / bar chart

Insight contoh:

“Produk A laku keras di weekend, tapi sepi di weekday.”

5️⃣ Temukan Insight Awal

Insight itu bukan sekadar angka, tapi cerita.

❌ Salah:

“Penjualan hari Sabtu lebih tinggi.”

✅ Benar:

“Penjualan naik 40% di hari Sabtu karena mayoritas customer belanja untuk stok akhir pekan.”

EDA itu seni mengubah data jadi cerita bisnis.


Tools yang Bisa Dipakai untuk EDA

Tenang bro, nggak harus jago coding dulu.

Lu bisa pakai:

  • ✅ Excel (PivotTable, Chart)

  • ✅ Google Sheets

  • ✅ SQL (GROUP BY)

  • ✅ Python (pandas, matplotlib)

Skill EDA itu transferable, tools bisa ganti-ganti.


Mindset Penting Saat EDA

Pegang ini bro 👇

  • Jangan buru-buru ambil kesimpulan

  • Selalu tanya “kenapa?”

  • Bandingkan data satu sama lain

  • Validasi dengan logika bisnis

EDA itu bukan soal cepat, tapi tajam.


Penutup

Kalau data cleaning bikin data rapi,
maka EDA bikin data bermakna.

Semua insight besar:

  • strategi bisnis

  • keputusan manajemen

  • dashboard keren

👉 selalu dimulai dari EDA.


Next Part 🚀

Di Part 6, kita bakal bahas:

👉 Data Visualization
👉 Cara bikin chart yang nggak misleading
👉 Cara nyampein insight ke non-tech (bos & stakeholder)

Bagikan

Jangan lewatkan

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 5)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.