Handling NULL di SQL (Wajib Dikuasai Data Analyst Pemula)
Dalam pekerjaan sebagai Data Analyst, kita hampir pasti akan bertemu dengan data kosong atau NULL value.
NULL bukan sekadar “kosong”.
NULL artinya:
❌ nilai tidak tersedia
❌ data belum diinput
❌ informasi hilang
Kalau tidak ditangani dengan benar, NULL bisa bikin:
-
hasil agregasi salah
-
insight melenceng
-
dashboard error
-
report jadi tidak akurat
Karena itu, handling NULL adalah skill fundamental Data Analyst.
๐ง Apa Itu NULL di SQL?
NULL berarti tidak ada nilai sama sekali.
Contoh:
| customer | revenue |
|---|---|
| A | 1000 |
| B | NULL |
| C | 500 |
Customer B bukan revenue = 0.
Tapi revenue = UNKNOWN.
Ini beda besar.
❌ Kesalahan Umum Pemula
Banyak pemula menulis:
Ini SALAH.
SQL tidak membaca NULL sebagai nilai biasa.
✅ Cara Benar Mengecek NULL
Gunakan:
atau
Contoh:
๐ง Mengganti NULL Dengan Nilai Default (COALESCE)
Sering kali kita ingin mengganti NULL jadi 0 atau teks tertentu.
Gunakan:
Contoh:
Jika revenue NULL → otomatis jadi 0.
๐ Handling NULL Saat Aggregation
Tanpa handling NULL:
Bisa menghasilkan NULL.
Lebih aman:
Ini best practice.
๐งน Filtering Data Kosong
Kadang kita ingin buang record yang NULL:
๐ก Studi Kasus Real Data Analyst
Misal lo mau hitung total sales, tapi beberapa baris revenue NULL.
Solusi:
Ini memastikan semua NULL dianggap 0.
✅ Ringkasan Handling NULL
| Kebutuhan | SQL |
|---|---|
| Cek NULL | IS NULL |
| Cek tidak NULL | IS NOT NULL |
| Ganti NULL | COALESCE |
| Aggregation aman | SUM(COALESCE()) |
๐ฏ Kenapa Ini Penting Untuk Karier Data Analyst?
Dalam dunia kerja:
-
raw data hampir selalu kotor
-
NULL muncul dari berbagai source
-
BI tools sensitif terhadap NULL
Kalau lo tidak menguasai ini:
❌ report salah
❌ dashboard error
❌ insight tidak dipercaya
Makanya handling NULL termasuk core skill Data Analyst profesional.
next part series kita bisa lanjut:
๐ Filtering Data (WHERE vs HAVING)
๐ CASE WHEN
๐ Data Cleaning SQL
๐ Window Function dasar
