Tuesday, February 03, 2026

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 15)


 

Project Apa yang Layak Ditampilkan di Portfolio Data Analyst? (Panduan Pemula)

Kenapa Memilih Project Itu KRUSIAL untuk Portfolio Data Analyst?

Banyak pemula kejebak di satu kesalahan klasik:

"Yang penting banyak project biar keliatan jago."

Ini mindset yang salah.

Recruiter, HR, dan user tidak menghitung jumlah project.
Yang mereka lihat:

  • Cara lo menyelesaikan masalah

  • Cara lo berpikir secara analitis

  • Cara lo menjelaskan insight bisnis

Satu project realistis & rapi jauh lebih bernilai daripada 10 project asal jadi.

Prinsip Utama Memilih Project Portfolio

Sebelum kita masuk ke contoh project, pegang 3 prinsip ini:

✅ Data menyerupai dunia kerja nyata
✅ Ada proses (bukan cuma hasil)
✅ Ada insight & business value

Kalau project lo memenuhi 3 poin ini, itu layak ditampilkan.

1️⃣ Project Dashboard Penjualan (WAJIB ADA)

Ini project paling aman dan paling dicari.

Contoh kasus:

  • Dashboard penjualan harian / bulanan

  • Produk terlaris

  • Revenue per kategori / channel

Tools yang bisa dipakai:

  • Excel

  • Google Sheets

  • Power BI / Tableau / Looker Studio

Skill yang dinilai recruiter:

  • Data cleaning dasar

  • KPI awareness

  • Visualisasi data

  • Business storytelling

📌 Dashboard penjualan = bahasa universal bisnis.

2️⃣ Project Data Cleaning & Data Preparation

Di dunia kerja, 60–70% waktu Data Analyst habis di tahap ini.

Contoh kasus:

  • Data duplikat

  • Header berantakan

  • Format tanggal tidak konsisten

  • Nilai kosong (null)

Yang harus lo ceritakan:

  • Masalah awal data

  • Step cleaning

  • Tools yang digunakan

  • Hasil akhir data siap analisis

📌 Project ini nunjukin satu hal penting:

Lo siap menghadapi data kotor, bukan data cantik.

3️⃣ Project SQL Analysis (Walau Sederhana)

SQL di portfolio tidak harus ribet.

Contoh project SQL:

  • Total penjualan per bulan

  • Top 10 customer berdasarkan revenue

  • Before vs after data cleaning

Fokus penilaian recruiter:

  • Logika query

  • Pemahaman relasi data

  • Cara menjawab pertanyaan bisnis

📌 Lebih baik query sederhana tapi jelas, daripada kompleks tapi tidak relevan.

4️⃣ Project Business Insight / Case Study

Ini project yang bikin portfolio lo naik level.

Contoh kasus:

  • Kenapa penjualan turun di bulan tertentu?

  • Produk mana yang harus diprioritaskan?

  • Channel mana yang paling menguntungkan?

Struktur ideal:

  1. Problem statement

  2. Data source

  3. Analisis

  4. Insight

  5. Rekomendasi bisnis

📌 Recruiter suka analyst yang bisa berpikir, bukan cuma ngolah data.

5️⃣ Project Otomatisasi (Nilai Plus Besar)

Kalau lo punya:

  • Macro VBA

  • Power Query

  • Script Python sederhana

Masukin ke portfolio.

Contoh:

  • Dashboard auto update

  • Script cleaning data otomatis

  • Report mingguan tanpa input manual

📌 Ini nunjukin efisiensi dan mindset problem solver.

Project Seperti Apa yang TIDAK Disarankan? ❌

🚫 Dataset terlalu fiktif tanpa cerita
🚫 Project cuma screenshot chart
🚫 Tidak ada penjelasan proses
🚫 Copy-paste tutorial tanpa modifikasi

Ingat:

Portfolio adalah cermin cara berpikir lo.

Berapa Banyak Project Ideal di Portfolio?

✅ 3–5 project solid

Rekomendasi komposisi:

  • 1 Dashboard Penjualan

  • 1 Data Cleaning Project

  • 1 SQL / Business Insight Project

  • (Opsional) 1 Otomatisasi

Penutup

Portfolio Data Analyst bukan soal siapa paling jago tool.

Tapi siapa yang:

  • Paham masalah

  • Bisa menjelaskan data

  • Memberi insight yang relevan

Stay hungry. Stay curious. 📊🔥

Bagikan

Jangan lewatkan

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 15)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.