Dalam dunia data analyst, kemampuan mengolah data saja tidak cukup.
Skill paling krusial berikutnya adalah data visualization bagaimana cara menyajikan data agar mudah dipahami, cepat ditangkap, dan menghasilkan insight.
Artikel ini akan membahas dasar-dasar data visualization untuk pemula, khususnya bagi kamu yang ingin berkarier sebagai Data Analyst.
Apa Itu Data Visualization?
Data visualization adalah proses mengubah data mentah menjadi visual seperti grafik, chart, dan dashboard agar informasi lebih mudah dibaca dan dianalisis.
Contoh sederhana:
-
Angka penjualan → Bar Chart
-
Tren penjualan bulanan → Line Chart
-
Persentase market share → Pie Chart
Tujuannya bukan sekadar “biar keren”, tapi membantu pengambilan keputusan.
Kenapa Data Visualization Penting untuk Data Analyst?
Sebagai data analyst, kamu akan sering:
-
Presentasi ke manager
-
Diskusi dengan non-teknis stakeholder
-
Membuat laporan bisnis
Tanpa visualisasi:
-
Data sulit dipahami
-
Insight tidak tersampaikan
-
Keputusan bisa salah arah
Good visualization = faster decision making
Jenis-Jenis Chart yang Wajib Dikuasai Data Analyst
Berikut chart dasar yang WAJIB kamu kuasai:
1. Bar Chart
Digunakan untuk:
-
Perbandingan antar kategori
Contoh: -
Penjualan per produk
-
Jumlah customer per kota
Paling sering dipakai di dunia kerja
2. Line Chart
Digunakan untuk:
-
Melihat tren waktu
Contoh: -
Penjualan bulanan
-
Growth user dari waktu ke waktu
Cocok untuk analisis performa jangka panjang.
3. Pie Chart
Digunakan untuk:
-
Menunjukkan persentase
Contoh: -
Market share
-
Distribusi penjualan
Gunakan dengan bijak, jangan terlalu banyak kategori
4. Table (Yes, Table itu Visualization)
Kadang tabel lebih efektif daripada chart, terutama untuk:
-
Data detail
-
Angka yang perlu dibaca akurat
❌ Kesalahan Umum Pemula dalam Data Visualization
Banyak pemula melakukan kesalahan ini:
❌ Terlalu banyak warna
❌ Chart tidak sesuai dengan jenis data
❌ Judul tidak jelas
❌ Tidak ada insight, hanya grafik kosong
dan perlu di ingat chart tanpa insight = pajangan
Prinsip Data Visualization yang Baik
Gunakan prinsip ini:
✅ Simpel – Jangan berlebihan
✅ Relevan – Sesuai tujuan analisis
✅ Jelas – Judul & label mudah dipahami
✅ Konsisten – Warna & format seragam
Tools Data Visualization untuk Data Analyst Pemula
Kamu tidak harus langsung jago semua tools. Mulai dari:
-
Microsoft Excel (WAJIB)
-
Google Sheets
-
Power BI (next level)
-
Tableau
-
Looker Studio
Banyak data analyst profesional mulai dari Excel.
Contoh Kasus Sederhana
Misalnya kamu punya data:
-
Tanggal
-
Produk
-
Total Penjualan
Insight yang bisa dibuat:
-
Produk terlaris
-
Tren penjualan bulanan
-
Hari dengan penjualan tertinggi
Semua ini bisa divisualisasikan hanya dengan Excel.
Contoh Kasus Sederhana
Misalnya kamu punya data:
-
Tanggal
-
Produk
-
Total Penjualan
Insight yang bisa dibuat:
-
Produk terlaris
-
Tren penjualan bulanan
-
Hari dengan penjualan tertinggi
Semua ini bisa divisualisasikan hanya dengan Excel.
