Friday, January 30, 2026

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 13)


 

Dari SQL ke Dashboard Otomatis (Real Workflow Data Analyst)

Di part sebelumnya, kita sudah membahas bagaimana mengolah data menggunakan SQL untuk menghasilkan dataset yang bersih, terstruktur, dan siap dianalisis.

Sekarang, kita masuk ke fase yang paling sering dilihat oleh stakeholder:

👉 Dashboard & Visual Insight

Namun penting untuk dipahami:
Dashboard yang baik bukan dibuat dari Excel manual, melainkan terhubung langsung ke hasil query SQL.

Di sinilah peran Data Analyst benar-benar terasa.

Alur Kerja Nyata Data Analyst (End-to-End)

Sebelum masuk ke tools, pahami dulu alur kerjanya:

  1. Data mentah (database / hasil transaksi)

  2. Query SQL untuk membersihkan & mengolah data

  3. Hasil query dijadikan source data

  4. BI Tools membaca hasil SQL

  5. Dashboard otomatis ter-update

  6. Insight bisnis untuk decision making

Bukan hafalan syntax.
Tapi alur berpikir.

1️⃣ Mengapa Dashboard Harus Terhubung ke SQL?

Banyak pemula melakukan ini:

❌ Export data SQL → Excel → bikin chart manual
❌ Copy-paste data setiap hari
❌ Dashboard cepat basi

Di dunia kerja, itu tidak scalable.

Solusi yang dipakai profesional:

✅ Dashboard langsung connect ke database / query SQL

Keuntungannya:

  • Data selalu up-to-date

  • Tidak ada human error

  • Bisa dipakai harian, mingguan, bahkan real-time

  • Hemat waktu Data Analyst

2️⃣ Hasil Query SQL = Dataset Final

Ingat prinsip penting ini:

SQL bukan cuma untuk ambil data, tapi untuk membentuk dataset analisis

Artinya:

  • Join sudah selesai

  • Aggregation sudah beres

  • Column sudah rapi

  • Naming sudah jelas

Contoh hasil query:

  • Tanggal

  • Total penjualan

  • Jumlah transaksi

  • Produk terlaris

  • Revenue per kategori

Dashboard tidak perlu mikir logika berat lagi.

3️⃣ Menghubungkan SQL ke BI Tools

Beberapa BI tools yang umum dipakai Data Analyst:

  • Power BI

  • Looker Studio

  • Tableau

  • Metabase

  • Redash

Secara konsep, semuanya sama:

  1. Pilih data source → Database

  2. Masukkan credential

  3. Tempelkan query SQL

  4. Simpan sebagai dataset

  5. Gunakan dataset untuk visualisasi

Setelah itu?
👉 Dashboard tinggal main drag & drop

4️⃣ Dashboard yang Baik Itu Bukan Banyak Chart

Kesalahan umum pemula:

❌ Terlalu banyak visual
❌ Warna berlebihan
❌ Tidak ada pesan utama

Dashboard profesional fokus ke pertanyaan bisnis, misalnya:

  • Apakah penjualan naik atau turun?

  • Produk mana yang paling berkontribusi?

  • Hari apa performa terbaik?

  • Channel mana paling efektif?

Prinsip dashboard yang dipakai Data Analyst:

  • Satu chart = satu pesan

  • Fokus ke trend, bukan angka mentah

  • Visual membantu keputusan, bukan pamer skill

5️⃣ Dari Dashboard ke Insight Bisnis

Inilah bagian paling krusial.

Dashboard ≠ Insight

Insight adalah:

  • Pola

  • Anomali

  • Rekomendasi

Contoh:

“Penjualan meningkat 20% di akhir minggu, namun margin turun karena diskon besar di produk A. Rekomendasi: batasi diskon atau dorong produk dengan margin lebih tinggi.”

Itulah nilai seorang Data Analyst.

Kenapa Seri Ini Penting untuk Pemula?

Karena banyak belajar Data Analyst loncat-loncat:

  • Hari ini Excel

  • Besok Python

  • Minggu depan BI

Tanpa paham alur besarnya.

Seri ini dirancang agar kamu:
✅ Paham dari data mentah
✅ Mengolah dengan SQL
✅ Menyajikan lewat dashboard
✅ Menarik insight bisnis

Seperti Data Analyst beneran di kantor, bukan sekadar ikut course.


Next Part 🚀

Di part selanjutnya, kita akan bahas:

👉 Studi kasus lengkap Data Analyst
👉 Dari data mentah penjualan
👉 SQL → Dashboard → Insight
👉 Cara menjelaskan hasil analisis ke stakeholder

Kalau kamu belajar Data Analyst dari nol, ikuti seri ini secara berurutan.
Fondasi kuat = learning lebih cepat + nggak nyasar.

Sampai jumpa di part berikutnya 👋
Stay curious. Stay consistent. 📊🔥

Bagikan

Jangan lewatkan

Menjadi Data Analyst dari Nol (Part 13)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.